ENERGI
- Pengertian Energi
Energi secara umum diartikan sebagai tenaga, kekuatan, atau daya yang
dapat menggerakkan atau menggiatkan sesuatu. Energi adalah suatu bagian
yang mendasar di alam semesta. Manusia menggunakan energi untuk
bekerja. Mobil, kereta api, pesawat terbang, becak, manusia dan
sebagainya dapat bergerak karena energi. Energi bersama materi merupakan
dua unsur fisik di alam semesta yang saling berkaitan. Semua materi
mengandung energi, jadi energi dapat dikatakan juga sebagai kemampuan
untuk melakukan kerja yang menyebabkan suatu peubahan.
Energi di alam terdapat dalam berbagai bentuk. Energi cahaya matahari
berasal dari reaksi nuklir di matahari dan dipancarkan ke bumi. Energi
matahari disebut juga sebagai energi radiasi karena energi tersbut
dipancarkan ke bumi. Air yang mengalir dan memutar turbin listrik
sebenarnya juga melakukan kerja dengan energi potensial. Energi
potensial terdapat dalam benda yang mempunyai kedudukan pada jarak
tertentu di atas permukaan bumi karena benda itu mengalami tarikan gaya
berat bumi. Energi kinetik terdapat dalam benda yang bergerak. Peluru
yang ditembakkan dari pistol akan bergerak dengan sangat cepat. Energi
kinetik dalam peluru yang melesat itu dapat menembus benda yang
menghalanginya. Enegi kimia dapat ditemukan dalam semua benda. Bensin
mengandung energi kimia. Energi tersebut dapat dirasakan ketika bensin
dalam mesin mobil terbakar. Pembakaran senyawa kimia dalam bensin itu
dapat menyebabkan mobil bergerak.
- Macam-macam Energi
Berdasarkan keragaman sumberdaya energi, secara garis besar dapat dibedakan menjadi:
- Sumberdaya energi hayati
Pada dasarnya energi hayati merupakan hasil proses fotosintesis yang
mengubah energi matahari menjadi energi kimia yang tersimpan dalam
makhluk hidup. Energi hayati ini mengalir dan mengalami perubahan dari
satu organisme ke organisme lain.
Energi hayati masih dapat dibedakan lagi menjadi:
- Energi manusia
Dalam diri manusia energi tersebut dapat disimpan pada otot atau
bagian tubuh lainnya. Penggunaan energi otot sebagian membawa manfaat,
olah raga, berjalan, menulis, menggambar, berpikir dan bentuk kegiatan
lainnya merupakan contoh pemanfaatan energi otot.
- Energi hewan
Penggunaan utamanya adalah untuk alat transportasi dan di pertanian.
Hewan yang digunakan untuk transport adalah sapi, kerbau dan kuda.
Sedang hewan yang digunakan dalam pertanian adalah sapi dan kerbau untuk
membajak sawah atau ladang. Bentuk energi hewan lain adalah kotoran
hewan ternak. Energi yang tersimpan dalam kotoran tersebut dapat diubah
menjadi kompos sebagai pupuk dan biogas yang berguna sebagai bahan
bakar. Biogas sebagian besar terdiri atas gas metan yang dapat dibakar.
Biogas terbentuk dari proses fermentasi oleh bakteri metan.
- Biomasa
Energi bahan organik yang terkandung dalam tumbuhan, misalnya kayu,
ranting, daun, pati, gula dan bagian tubuh tumbuhan lainnya. Kayu
merupakan sumber energi yang telah digunakan manusia sejak lama terutama
di pedesaan untuk memasak, memanaskan ruangan tempat hidup,
mengeringkan atau mengawetkan hasil panen. Gambut merupakan biomasa yang
digunakan untuk bahan bakar.
- Sumberdaya energi surya
Secara tradisional telah banyak dimanfaatkan manusia untuk menjemur
pakaian, padi, jagung, kedelai dan lain sebagainya. Pemanfaatan lain
oleh manusia adalah untuk pemanasan air, pemanasan ruang, pengeringan
hasil pertanian hingga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.
- Sumberdaya energi air
Dengan dibuatkan pembangkit tenaga listrik energi potensial air dapat
diubah menjadi energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Karangkates, Selorejo, Wlingi dan tempat lain di Jawa Timur telah
menyumbangkan pemenuhan daya listrik yang dibutuhkan oleh masyarakat,
khususnya di Jawa Timur.
Pembangkit Listrik Tenaga Air
- Sumberdaya energi Laut
Pemanfaatan potensi energi laut masih diteliti dan dikembangkan.
Pantai mempunyai area pasang surut secara periodik. Pada tempat teentu
perbedaan tinggi permukaan laut antara pasang dan surut menyimpan
potensi energi apabila dimanfaatkan akan dapat menghasilkan energi
listrik.
- Sumberdaya energi angin
Udara yang bergerak karena perbedaan tekanan dan suhu udara
menyebabkan terjadinya angin. Ketika melintasi pantai utara Jawa Timur
di tambak-tambak akan terlihat kincir angin. Sebagian penduduk
menggunakan energi angin dari kincir tersebut untuk memompa air. Energi
angin di Indonesia masih memegang peranan utama. Para nelayan
memanfaatkan angin untuk menggerakan perahu layar menuju kelaut dalam
rangka mencari ikan. Perahu layar untuk tujuan wisata pun memanfaatkan
energi angin. Kincir angin juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan
listrik. Sebagai gambaran kincir angin yang dapat mengubah energi angin
menjadi energi listrik.
Perahu Layar yang Digerakkan oleh Energi Angin
Kincir Angin Digunakan untuk Menghasilkan Energi Listrik
- Energi bahan fosil
Umumnya dapat ditemukan di dalam bumi dan biasa dipakai sebagai
sumber bahan bakar minyak (BBM). Bentuk lain energi fosil ini adalah
batubara dan gas alam. Indonesia sangat kaya akan energi fosil ini.
Bahan bakar minyak dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk kendaraan
bermotor. Batubara, dimanfaatkan untuk energi pembangkit listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Paiton sumber energinya berasal dari
batubara. Gas alam telah dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk
keperluan rumah tangga dan pembangkit listrik.
- Energi panas bumi
Berasal dari aktivitas vulkanisme. Indonesia banyak memiliki gunung
berapi yang masih aktif dan menyimpan energi panas. Energi panas bumi
ini juga dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Kawah Kamojang di
Jawa Barat telah dimanfaatkan untuk pembangkit listri tenaga panas
(PLTP).
- Energi nuklir
Diperoleh dari reaksi kimiawi yang menghasilkan energi. Reaksi
kimiawi tersebut pada dasarnya adalah peristiwa penguraian atau
penggabungan inti atom. Energi nuklir dapat juga dimanfaatkan untuk
sumber pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang
sekarang ada menggunakan proses penguraian Uranium. Stasiun tenaga
nuklir menggunakan panas dari penguraian inti atom untuk mengasilkan uap
yang menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik.
- Pemanfaatan Energi
Indonesia memiliki aneka ragam sumber daya energi dalam jumlah
memadai namun tersebar tidak merata. Konsumsi energi tumbuh pesat
seiring pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Sebagian besar beban konsumsi
berada di Jawa, pulau yang membutuhkan banyak energi, namun yang tidak
memiliki sumberdayanya sendiri dalam jumlah memadai. Sebaliknya, banyak
sumber energi terdapat di tempat berpenduduk sedikit, kegiatan
ekonominya belum berkembang serta berjarak cukup jauh dari Jawa.
Mobil pertama ciptaan Henry Ford di Amerika sebenarnya tidak
menggunakan bahan bakar fosil. Ketika pada tahun 1896 dia membuat mobil
pertamanya, Thin Lizzie, dia menjejalkan etanol ke tangki bahan bakar
untuk mesin dua silindernya. Tapi Ford akhirnya harus mengakui bensin
menjadi bahan bakar yang jauh lebih murah dan menghasilkan tenaga lebih
besar. Ford akhirnya menggunakan bensin dan industrinya menjadi salah
satu industri mobil terbesar di dunia. Efisiensi juga menjadi kata kunci
ketika Rudolph Diesel akhirnya juga mengganti bahan bakar minyak kacang
untuk mesin berkompresi pertama yang dibuatnya, yang populer dengan
sebutan mesin diesel, yang diciptakannya tahun 1893. Itu dilakukan
karena bahan bakar fosil lebih murah, lebih bertenaga, dan pasokannya
lebih pasti. Bahan bakar fosil adalah sumber energi yang tidak
terkalahkan selama dua abad ini. Kini 80 persen dari pasokan energi
dunia disumbang oleh bahan bakar fosil. Enam miliar ton bahan bakar
fosil yang kita gali setiap tahun menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Emisi rumah kaca ini membentuk selimut yang begitu tebal di atmosfer
sehingga memerangkap panas matahari di atmosfer dan meningkatkan suhu
global.
Manusia sebagai pengguna energi memanfaatkan energi untuk membantu
segala kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak bisa dipungkiri bahwa
untuk menggerakkan roda perekonomian segala aspek yang menunjang
kegiatan tersebut mulai dari awal proses produksi sampai pada tahap
pemasaran semua memanfaatkan bermaca-macam energi.
- Dampak Pemanfaatan Energi
Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga
peningkatan kebutuhan energi pun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir
semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi sumber energi
fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang
menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau
tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan
dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini
menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya.
Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan
turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan
telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas
udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil
yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan
industi yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disamping kegiatan
rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar
(Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan
bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara.
Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari
alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak
negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah).
Berikut ini beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap
manusia dan lingkungan:
- Dampak terhadap udara dan iklim
Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya:
minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon
dioksida (CO
2), nitrogen oksida (NO
x),dan sulfur dioksida (SO
2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global). Emisi NO
x (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NO
x ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NO
x
berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil
untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari
proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat
organik). Di udara, sebagian NO
x tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO
3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. Emisi SO
2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO
2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NO
x di udara, setengah dari konsentrasi SO
2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO
2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H
2SO
4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.
Proses Terbentuknya Hujan Asam
Emisi gas NO
x dan SO
2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO
3) dan asam sulfat (H
2SO
4)
yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air
hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan
pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam
menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam.
Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi
pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan
menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan
asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk). Smog
merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NO
x, SO
2, O
3
di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan
kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat
menghalangi jangkauan mata dalam memandang.
Dampak Pencemaran terhadap Lingkungan
- Dampak terhadap suhu udara
Emisi CO
2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO
2) ke udara. Emisi CO
2
tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat,
sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO
2
tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan
oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat
mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Emisi CH
4 (metana) adalah pelepasan gas CH
4 ke
udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yang tidak dibakar,
karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan
salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Batu bara
selain menghasilkan pencemaran (SO
2) yang paling tinggi, juga
menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Setelah
kebutuhan listrik, penyebar emisi CO
2 terbesar adalah asap
kendaraan, mulai dari mobil, motor, pesawat terbang, atau mesin
transportasi lain. Sumbangannya secara total 24 persen dari emisi CO
2
dunia. Namun, kendaraan juga mengeluarkan emisi beracun, seperti karbon
monoksida, partikel logam, atau asap berbahaya yang mengerikan.
”Pengembangan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan energi
yang terbarukan terus kami kembangkan. Bahan bakar biodiesel dari pohon
jarak atau mobil berbahan bakar etanol adalah beberapa contoh yang
dikembangkan Pertamina,” ujar Basuki Trikora Putra, wakil humas
Pertamina.
Bahaya emisi kendaraan bermotor kini mengancam kita. Jumlah
kendaraan bermotor di dunia sudah lebih dari 880 juta unit. Di
Indonesia, produksi sepeda motor saja mencapai 4 juta unit per tahun dan
akan terus bertambah oleh permintaan yang terus meningkat. Para
pengambil kebijakan di banyak perkotaan juga tidak banyak memberi
disinsentif untuk pemilikan kendaraan karena pajak kendaraan adalah
pendapatan yang signifikan bagi pemerintah. Mobil hybrid yang diproduksi
beberapa pabrikan mobil misalnya, malah dikenakan pajak lebih mahal
dibanding mobil konvensional.
Skema efek rumah kaca
Di sisi lain, alternatif sepeda sebagai alat transportasi
misalnya, meski banyak dikampanyekan, belum juga menjadi pilihan
menarik. ”Kalau saya tinggal di Eropa yang hawanya sejuk mungkin saya
mau naik sepeda setiap hari. Tapi kalau di Indonesia yang suhunya panas
begini, lalu lintasnya semrawut, perilaku sopirnya ugal-ugalan,
polusinya udaranya parah, lajur sepeda tidak ada, buat apa naik sepeda.
Sudah capek, tidak sehat, tidak aman pula”. Jawaban yang masuk akal ini,
lalu makin membenarkan asumsi bahwa kita semua ikut berkontribusi
terhadap ancaman bencana yang akan menimpa kita. Tapi tidakkah sekarang
saatnya kita menyadari bahwa masa depan kita tergantung pada pilihan
kita sekarang. (Nugroho F Yudho, energi.yang.terus.membakar.bumi). Rabu,
25 November 2009.
Jika energi terbarukan yang ramah lingkungan tidak segera
dikembangkan secara global, lima tahun lagi dunia akan membutuhkan 99
juta barrel minyak bumi per hari. Itu artinya, kita akan menambah emisi
rumah kaca, yang sejak tahun 2004 sudah menyemburkan 27 miliar ton
karbon dioksida (CO2) ke atmosfer per tahun. Penghasil emisi gas rumah
kaca terbesar memang bukan kendaraan, melainkan kebutuhan manusia akan
listrik yang menyumbang 40 persen dari emisi karbon dioksida di dunia.
Sebab sebagian besar pembangkit listrik di dunia menggunakan bahan bakar
fosil. Masalahnya, sedikit sekali negara yang sudah mengembangkan
sumber energi lain seperti tenaga air, angin, panas matahari, panas
bumi, bahkan ombak laut.
- Penghematan Energi
Penggunaan energi disamping menguntungkan bagi kehidupan manusia juga
menimbulkan dampak negatif. Perkembangan sektor energi cenderung
membawa konsekuensi pada kualitas lingkungan hidup. Peningkatan konsumsi
energi akan meningkatkan beban pencemar lingkungan, terutama yang
dilepaskan di udara. Hal ini akan memberi sumbangan terhadap efek rumah
kaca dan pemanasan global yang sekarang menjadi isu dunia.
Aktivitas yang menggunakan energi telah menimbulkan dampak yang cukup
serius. Di kota besar Jakarta, Bandung dan Surabaya dilaporkan bahan
buangan pencemar udara sudah tergolong tinggi akibat meningkatnya
aktivitas transportasi dan industri yang ada. Jika manusia telah
terjebak dalam kemudahan-kemudahan hidup karena didukung ketersediaan
energi yang menjadi sumber tenaganya maka akan terancam oleh kecukupan
energi dan hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dengan demikian
diperlukan tindakan atau aktivitas penghematan energi.
Upaya untuk dapat menghemat penggunaan energi perlu segera dilakukan.
Beberapa kegiatan yang dapat menghemat energi tersebut adalah:
- Diet karbon
Penghematan listrik baik di rumah, di kantor, di tempat-tempat umum,
maupun industri menjadi hal berarti untuk mengurangi pemanasan global.
Penataan kota yang lebih ramah lingkungan, penghematan listrik di
gedung-gedung, tempat umum, dan perkantoran menjadi hal yang semakin
menjadi tuntutan. ”Kita misalnya harus mulai tahu berapa jejak karbon
kita. Kita harus paham bagaimana memilih peralatan elektronik yang hemat
listrik, mulai dari lampu, alat-alat rumah tangga, AC, televisi, dan
peralatan lainnya. Kita juga sudah harus mengenal konsep tentang diet
karbon,” ujar Ichiro Suganuma, Presiden Direktur PT Panasonic Indonesia.
Diet karbon sebagai cara menekan emisi rumah kaca bisa dilakukan
anggota keluarga di rumah, misalnya dengan memahami jumlah emisi dari
setiap peralatan rumah tangga yang dipakai. ”Diet karbon bukan cuma
membutuhkan sikap, tapi juga pengetahuan memadai tentang emisi dari
setiap kegiatan kita,” ujar Suryopratomo, Direktur Pemberitaan MetroTV.
Seandainya kita mengganti satu lampu pijar saja dengan lampu hemat energi tipe
compact fluorescent lamp (CFL)
misalnya, kita akan mengurangi emisi setara dengan pembakaran 23
kilogram batu bara selama masa pakainya. Kalau hal ini dilakukan seluruh
warga Jakarta misalnya, maka pembakaran jutaan ton batu bara bisa
dicegah. ”Penanganan
global warming bukan hanya butuh kebijakan
pemerintah dan komitmen dunia usaha, tapi juga prakarsa individual di
rumah, kantor, atau tempat-tempat umum,” ujar Hanny Soema Di Pradja, CEO
Delta Female Indonesia.
- Emisi Kendaraan Bermotor
Setelah kebutuhan listrik, penyebar emisi CO
2 terbesar
adalah asap dari kendaraan, mulai dari mobil, motor, pesawat terbang,
atau mesin transportasi lain. Sumbangannya secara total 24 persen dari
emisi CO
2 dunia. Namun, kendaraan juga mengeluarkan emisi
beracun, seperti karbon monoksida, partikel logam, atau asap berbahaya
yang mengerikan. ”Pengembangan energi alternatif yang lebih ramah
lingkungan dan energi yang terbarukan terus kami kembangkan. Bahan bakar
biodiesel dari pohon jarak atau mobil berbahan bakar etanol adalah
beberapa contoh yang dikembangkan Pertamina,” ujar Basuki Trikora Putra,
wakil humas Pertamina.
Bahaya emisi kendaraan bermotor kini mengancam kita. Jumlah kendaraan
bermotor di dunia sudah lebih dari 880 juta unit. Di Indonesia,
produksi sepeda motor saja mencapai 4 juta unit per tahun dan akan terus
bertambah oleh permintaan yang terus meningkat. Para pengambil
kebijakan di banyak perkotaan juga tidak banyak memberi disinsentif
untuk pemilikan kendaraan karena pajak kendaraan adalah pendapatan yang
signifikan bagi pemerintah. Mobil
hybrid yang diproduksi beberapa pabrikan mobil misalnya, malah dikenakan pajak lebih mahal dibanding mobil konvensional.
Di sisi lain, alternatif sepeda sebagai alat transportasi misalnya,
meski banyak dikampanyekan, belum juga menjadi pilihan menarik. ”Kalau
saya tinggal di Eropa yang hawanya sejuk mungkin saya mau naik sepeda
setiap hari. Tapi kalau di Indonesia yang suhunya panas begini, lalu
lintasnya semrawut, perilaku sopirnya ugal-ugalan, polusinya udaranya
parah, lajur sepeda tidak ada, buat apa naik sepeda. Sudah capek, tidak
sehat, tidak aman pula”. Jawaban yang masuk akal ini, lalu makin
membenarkan asumsi bahwa kita semua ikut berkontribusi terhadap ancaman
bencana yang akan menimpa kita. Tapi tidakkah sekarang saatnya kita
menyadari bahwa masa depan kita tergantung pada pilihan kita sekarang.
(Nugroho F Yudho, energi.yang.terus.membakar.bumi). Rabu, 25 November
2009 | 03:30 WIB.
BAB III
PENUTUP
- KESIMPULAN
Energi secara umum diartikan sebagai tenaga, kekuatan, atau daya yang
dapat menggerakkan atau menggiatkan sesuatu. Beberapa sumberdaya energi
meliputi sumberdaya energi hayati terdiri dari energi manusia, hewan,
dan biomasa, sumberdaya energi surya, air, laut, angin, fosil, panas
bumi dan nuklir.
Tindakan hemat energi yang perlu dikembangkan adalah penggunaan alat
angkutan umum bila bepergian dan mengurangi penggunaan kendaraan
pribadi, penggiatan pengembangan sistem transportasi umum yang makin
baik secara terus menerus, penggunaan kendaraan yang efisien bahan
bakar, penggunaan lampu dan peralatan listrik yang efisien energi baik
dilingkugan rumah maupun di kantor-kantor, penggunaan gas sebagai ganti
tenaga listrik untuk memanaskan ruang dan memasak air, penggunaan tenaga
surya untuk memasak dan memanaskan air, dan pengembangan dan
memanfaatkan sumber energi alternatif, dan lain-lain.
- SARAN
Untuk penggunaan energi hendaknya lebih bijaksana dan perlu
memperhatikan kelangsungan hidup bumi kita, hal ini bertujuan untuk
mengurangi dampak-dampak negatif yang mengancam kelangsungan hidup bumi
kita, serta untuk generasi kita yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Dadjoeni, N dan A. Suyitno.
Pedesaan, Lingkungan dan Pembangunan. Bandung: Alumni,1982
http://iselantang.files.wordpress.com/2007/10/potensi41.jpg

http://thebibliothek.files.wordpress.com/2009/10/pitstone-windmill-
600px1.jpg
Lubis, Firman.
Masalah Kependudukan dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Fakultas kedoktera UI, 1982
Rahardjo, S., Dina, L., dan Suyono. 2006.
Pengendalian Dampak Lingkungan. Surabaya: Penerbit Airlangga.
http://faridillah.wordpress.com/makalah-pendidikan-lingkungan-hidup-plh/